Selasa, 24 April 2012
AMANAT ORANG TAQWA
Abu Bakar as-Shiddiq
Pada suatu malam di satu sudut jalan kota Madinah, Umar bin Khattab berjanji dengan seorang nenek buta untuk menolong memenuhi kebutuhannya. Tetapi ketika ia mendatanginya, ternyata telah ada orang lain yang datang mendahului menolong nenek tersebut. Berkali-kali Umar mendatanginya, berkali-kali pula ia kedahuluan. Akhirnya Umar bin Khattab mengintip ingin tahu siapakah orang yang selalu mendahuluinya itu. Ternyata orang itu tidak lain adalah Abu Bakar as-Shiddiq yang saat itu telah menjabat sebagai Khalifah.
Bibi Khubaib bin Abdurrahman menceritakan : " Abu Bakar selalu mendatangi kami selama tiga tahun. Dua tahun sebelum ia menjadi Khalifah dan setahun setelah ia menjadi Khalifah. Anak-anak perempuan kampung selalu mendatanginya dengan sambil membawa kambing-kambing mereka. Kemudian Abu Bakar memerahkan susu kambing-kambing mereka itu untuk mereka."
Umar bin Khattab
Diriwayatkan bahwa pada suatu malam Ali bin Abi Thalib mendatangi rumah Khalifah Umar bin Khattab. Ketika itu Khalifar sedang menulis dengan diterangi sebuah pelita yang berada diatas mejanya. Dan setelah Ali masuk kedalam ruangannya, maka bertanyalah sang Khalifah kepadanya : " Wahai Abul Hasan, ada keperluan apakah engkau datang kemari, apakah keperluan kaum Muslimin atau untuk keperluan pribadi saja?"
" Wahai Amirul Mukminin, mengapa anda bertanya begitu? tanya Ali bin Abi Thalib yang sedikit agak terkejut dengan pertanyaan tersebut." Kalau kedatanganmu kemari untuk kepentingan kaum Muslimin, maka aku akan membiarkan pelita ini menyala terus. Tetapi jikalau kedatanganmu kemari untuk keperluan pribadi, maka aku akan mematikannya agar jangan sampai harga kaum Muslimin tergunakan tidak untuk urusan mereka," Jawab Khalifah Umar.
Abu Bakar as-Shiddiq
Pada suatu malam di satu sudut jalan kota Madinah, Umar bin Khattab berjanji dengan seorang nenek buta untuk menolong memenuhi kebutuhannya. Tetapi ketika ia mendatanginya, ternyata telah ada orang lain yang datang mendahului menolong nenek tersebut. Berkali-kali Umar mendatanginya, berkali-kali pula ia kedahuluan. Akhirnya Umar bin Khattab mengintip ingin tahu siapakah orang yang selalu mendahuluinya itu. Ternyata orang itu tidak lain adalah Abu Bakar as-Shiddiq yang saat itu telah menjabat sebagai Khalifah.
Bibi Khubaib bin Abdurrahman menceritakan : " Abu Bakar selalu mendatangi kami selama tiga tahun. Dua tahun sebelum ia menjadi Khalifah dan setahun setelah ia menjadi Khalifah. Anak-anak perempuan kampung selalu mendatanginya dengan sambil membawa kambing-kambing mereka. Kemudian Abu Bakar memerahkan susu kambing-kambing mereka itu untuk mereka."
Umar bin Khattab
Diriwayatkan bahwa pada suatu malam Ali bin Abi Thalib mendatangi rumah Khalifah Umar bin Khattab. Ketika itu Khalifar sedang menulis dengan diterangi sebuah pelita yang berada diatas mejanya. Dan setelah Ali masuk kedalam ruangannya, maka bertanyalah sang Khalifah kepadanya : " Wahai Abul Hasan, ada keperluan apakah engkau datang kemari, apakah keperluan kaum Muslimin atau untuk keperluan pribadi saja?"
" Wahai Amirul Mukminin, mengapa anda bertanya begitu? tanya Ali bin Abi Thalib yang sedikit agak terkejut dengan pertanyaan tersebut." Kalau kedatanganmu kemari untuk kepentingan kaum Muslimin, maka aku akan membiarkan pelita ini menyala terus. Tetapi jikalau kedatanganmu kemari untuk keperluan pribadi, maka aku akan mematikannya agar jangan sampai harga kaum Muslimin tergunakan tidak untuk urusan mereka," Jawab Khalifah Umar.
Langganan:
Komentar (Atom)