Kamis, 17 Oktober 2013
Kata - Kata
Hi Guys......
Morning..... (Coz, Q nulisnya pagi, so I greet you 'Morning').....
Hmmmmm.... gimana nech pagi ini.... semoga, kita dalam keadaan cerah dan selalu keep smile and positive thinking.... seperti gambar and tulisan di atas.... Amin.
Yap, q harap kita selalu keep smile and positive thinking hari ini, besok dan seterusnya..
2 kata tersebut itu penting, karena dengan positive thinking dan keep smile....
1. Keep Smile
Dengan menjaga senyum, kita tidak akan di benci orang. bener gak?
misalnya kalau kita pergi ke suatu tempat, trus kita jalan dengan cemberut, pasti orang - orang yang kita lewati ataupun yang melihat kita, secara langsung atau gak langsung, dia akan berbisik - bisik. paling tidak pasti dia akan ngrasani kita. bukan bernegative thinking. tapi ini kenyataan, coba aja.
Tapi, akan berbeda kalau kita keep smile. Pasti yang lewat di depan kita atau bertemu kita, pasti juga akan tersenyum ke kita. coba aja.
2. Positive Thinking
Masa' ia sich kita mau bernegative thinking terus? gak kan?
Memang setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menghadapi lawan mainnya. namun setidaknya kita tidak boleh menerka apa yang akan dia lakukan dengan pikiran - pikiran kita yang bersifat negatif. Kebanyakan dari kita, saya sendiri pun terkadang juga suka negative thinking sama orang yang baru saya kenal, tapi karena orang itu mencurigakan, makanya saya harus berjaga - jaga untuk menjaga diri saya, ya meskipun terkadang negative thinking juga. But, Now I try to not do that anymore. Karena kalau kita negative thinking terus, kita akan menjadi kurus dan pikiran kita jadi gak sehat. Hawanya resah, gelisah.... Gitu. kayak lagu aja ya,,, hehehe
Positive thinking itu membuat kita sehat adn pikiran kita selalu jernih dan sehat dalam berfikir dengan kepala dingin.
So, yuk. positive thinking.
Selain positive thinking kita juga harus keep smile. Tapi, jangan smile di sembarang tempat lo yach.... entar di kira apaan lagi.... okay.
Udah, gak usah berpikir yang aneh - aneh tentang apapun dan ke siapapun. Jika terjadi sesuatu, itu adalah kehendakNYA dan ambilah hikmahnya..... okay. Jika ada yang berbuat jahat ke kita, jangan kita balas dengan jahat pula. Tapi balas dengan doa. Jika ada yang tidak adil kepada kita, jangan salahkan yang berbuat tidak adil, tapi tanyakan diri kita sendiri, apakah kita sudah menjadi orang yang benar dan patut di perlakukan adil. Then, jangan lupa berdoa sama Allah ya.... biar tenang jiwa dan hati kita. Okay.....
Thank you......
Semoga bermanfaat....
Keep istiqomah ya.......
See ya.....
Sabtu, 12 Oktober 2013
Kata - Kata
Hi Guys,,,, bagaimana keberanianmu mencoba sesuatu?
Jawabannya ada di hati kalian masing - masing.
Apakah kalian sudah mencoba sesuatu yang baru hari ini? Apa yang kalian coba dan bagaimana hasilnya?
Yups, of course. pastinya apapun yang kalian coba pasti menyenangkan dan kalian pasti terkesan dengan percobaan kalian.
Then. . .Semoga kita menjadi orang - orang yang tak pernah takut untuk berani mencoba apapun yang menghasilkan kebaikan buat kita.
Dan jangan lupa, kita harus berdoa. karena DOA adalah inti dari semua yang akan kita mulai dan yang sudah kita lakukan, yang sudah kita coba. Hendaklah kita berdoa terlebih dahulu ketika kita akan berbuat sesuatu. Dalam agama islam, kita di ajari untuk mengawali dan mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan " Awal : Bismillahirrohmanirrohim dan di akhiri dengan Alhamdulillahirobbil'alamin".
Mau makan, baca doa. Mau tidur, baca doa. Mau berangkat kerja, baca doa. Mau pulang kerja, baca doa. Ya... semua di iringi dengan doa. Indahnya diri kita apabila kita adalah orang - orang yang senantiasa berdoa dan mengingat siapa diri kita ini.
Semoga kita senantiasa merupakan orang - orang yang tidak pernah lupa untuk berdoa. Amin.
Semoga bermanfaat and keep istiqomah ya.... :)
Kamis, 10 Oktober 2013
Bikin Tulisan or Gambar yuk . . . .
Apa kalian udah punya gelas seperti ini?
Atau buat pin . . . . ? tapi pin ini masih warna putih, and bisa kalian kasih tulisan apa aja yang kalian suka?
Atau mau buat kaos bertulis?
Okay.... kalau mau pesen, hubungi aja 085791931193......Okay....
Thank you.... :)
Atau buat pin . . . . ? tapi pin ini masih warna putih, and bisa kalian kasih tulisan apa aja yang kalian suka?
Atau mau buat kaos bertulis?
Okay.... kalau mau pesen, hubungi aja 085791931193......Okay....
Thank you.... :)
Minggu, 06 Oktober 2013
Renungkan Yuk..
Saya akan menuliskan kata - kata yang mungkin bisa
memotivasi diri kita... karena setelah saya mencuplik tulisan ini. Tulisan ini
membuat saya jadi berfikir...
Berikut tulisannya....
" Nyalakan pikiran kita hanya kepada apa yang kita
inginkan, dan matikan pikiran kita terhedap sesuatu yang tidak kita
inginkan."
Kata - kata ini membuat saya berkata " O ia ya...
buat apa saya berfikir yang tidak perlu saya pikirkan. Hanya buang waktu saya
saja. " .
Pada dasarnya kata - kata ini mengandung arti FOKUS
terhadap apa yang akan kita laksanakan dan kita capai.
Pastinya kalian punya impian dong.... dan impian itu
tidak hanya jadi sebatas mimpi, tapi juga di wujudkan. Dan dalam mewujudkan
mimpi itu kita harus FOKUS dan tetap lurus memikirkan apa yang menjadi mimpi
kita. Betul tidak?
Saya pun begitu, saya mempunyai mimpi yang harus saya
raih dalam menjalankan kehidupan yangg lebih baik, dan saya pun harus fokus dan
membuang pikiran - pikiran yang gak penting.
So Now, just do what you wanna do to prove your dream
then be focus in it. Buang yang tidak penting dan beroptimislah kepada sesuatu
yang penting dan menjadi jalan kalian untuk meraih mimpi.
Semoga bermanfaat.... :) and keep istiqomah ya...
Selasa, 01 Oktober 2013
Senyum dan Tersenyumlah
Sudahkan kalian tersenyum...?
Kali ini saya akan mencoba untuk berbagi senyum di pagi yang begiru cerah ini...
Semoga pagi hari ini kalian juga secerah hari ini dan memancarkan senyuman dalam menyambut hari yang indah ini....
Tidak semua orang bisa melakukan hal yang mudah yang satu ini. Termasuk juga saya, mungkin saya adalah tipe orang yang kurang suka tersenyum, tapi saya suka tertawa hehehe dan juga suka bercanda, asal jangan berlebihan ya... . Well, tipe orang iru emang berbeda - beda, ada yang tipenya tidak murah senyum, ada yang tipenya cuek - cuek aja, ada yang sifatnya biasa - biasa aja, ada yang wajahnya kelihatan bringas, tapi ternyata dia itu murah senyum meskipun tersenyumnya di belakang panggung hehehe, ada orang yang tipenya emang dia murah senyum banget, keman - mana selalu tersenyum, kepada siapapun dia akan tersenyum saking murahnya tu senyuman. Ya, itu adalah tipe masing - masing orang, macem - macem memang. Lalu, bagaimanakah dengan kalian, kalian tipe yang mana? :) Mudah - mudahna kita adalah orang yang mudah tersenyum.
Tersenyumlah, jika ingin orang lain tersenyum kepada anda.
Mungkin itulah yang harus kita lakukan. Setidaknya kalau kita memang orang yang gak mudah tersenyum, minimal kita bisa memberikan senyuman sedikit yang tulus kepada orang lain yang tersenyum kepada kita. Meskipun, kita dalam kondisi tidak ingin tersenyum. Asal, jangan tersenyum di sembarang tempat ya... nanti di sangkanya kita kenapa lagi...
Kalau kita tidak bisa tersenyum kepada orang lain, setidaknya berilah sambutan yang hangat kepada jendela dunia ini yang telah membuka jalan untuk kita melangkah satu demi satu langkah ini. Jangan biarkan dunia ini berpaling gara - gara kita tidak tersenyum kepdanya. So, Tersenyumlah eveybody. Seperti kata Caisar,
" Keep Smile.... :) "
Okay, I think that's all for this beautiful morning. Next, I'll share again about new thing that I have. Okay.
Semoga bermanfaat.
JENUH
Sebelum saya berbagi kali ini, aku mau tanya dulu ke kalian :
Apakah kalian pernah
merasakan suatu kejenuhan karena gak ada kerjaan?
Or maybe you have problem
then you feel this feeling?
Gak bisa di
hindari memang ketika seseorang terlalu capek kerja, lelah pasti. Dan kalau
kita terlalu banyak kerjaan, perasaan jenuh pasti menghinggapi. Tapi tidak di
pungkiri bahwa orang yang bekerja tanpa lelah aja yang mengalami kejenuhan,
tapi orang yang nganggur pun, atau mungkin gak ada kerjaan yang pasti, kejenuhan
pun siap menghampiri orang – orang yang nganggur dan gak ada kegiatan.
Well, di saat
kita mersakan kejenuhan, pasti yang kita inginkan adalah merasakan sebuah
kesegaran suasana dan kondisi yang menghibur hati kita pastinya. Inginnya ini,
itu. pergi ke tempat ini, ke tempat itu, mau makan ini, makan itu, dan yang
lainnya. Betul tidak? Gak usah jauh – jauh, saya saja kadanga kalau merasa
jenuh karena lelah melakukan aktifitas, maunya yang aneh – aneh, kepingin pergi
ke tempat yang sejuk dan fresh, kepingin makan yang sesuai dengan selera,
kepingin ini itu, dan macem – macem. Tapi itu hanya sekedar kepingin aja, gak
ada realitanya. Kenapa demikian? Karena ternyata gak ada waktu luang untuk
melakukan hal – hal yang sesuai dengan keinginan dan tetap saja merasa jenuh.
Tapi untungnya saya punya tips aman agar bisa menghilangkan rasa jenuh yang
berkepanjangan. Dan gak macem – macem tips nya.
Ini dia :
1. Jika di lingkungan kalian ada
wifi area, bukalah laptop and browsing sesuatu yang kalian sukai, contohnya lagu
ataupun browsing tentang resep – resep yang pengen kalian dapatkan dari
internet.
2. Lakukan komunikasi dengan
teman dekat kalian dengan cara chating, sms, atau tlf dengan gaya yang ceria,
alias for fun. Mungkin main tebak – tebakan yang bikin bibir kita tersenyum.
3. Lakuakn hal – hal yang kamu
sukai. Kalau aku hobinya nulis, jadi setiap kali aku jenuh, aku selalu menulis,
apapun yang pengen aku tulis.
4. Membaca buku motivasi atau
buku – buku yang menarik lainnya.
5. Main ke rumah temen and
kumpul bareng temen.
6. Buat kalian yang hobi masak,
kalau lagi jenuh masak aja, masak apa aja yang bisa di masak atau buat inovasi
baru dalam masakan kalian. Di jamin pasti seru and gak jenuh lagi.
7. Yang punya pacar mungkin bisa
hang out bareng pacar ke tempat – tempat yang sejuk seperti kebun binatang,
taman bungan atau mungkin ke perkebunan buah. Kalau pacarnya sibuk, you can
spent the time with your family, it can be.
8. Nonton kesukaan movie, bisa
di bisokop, bisa di laptop or maybe di tv.
Nah itu adalah beberapa tips
nya. Selamat mencoba and semoga berhasil ya…
Semoga bermanfaat…. J
Kamis, 26 September 2013
SEMANGAT
Menuntut
ilmu itu adalah hak bagi seluruh umat manusia, ilmu apapun. Ilmu yang
menghasilkan pengetahuan tentunya….ilmu yang memberi kita manfaat dan bisa kita
amalkan kepada orang – orang di sekitar kita. Tua, muda, laki – laki,
perempuan, dan yang lainnya, mereka semua memiliki hak untuk mendapatkan ilmu.
Ilmu itu tidak selalu kita dapatkan dalam bangku formal saja seperti di
sekolah, tapi bisa kita dapatkan dimanapun kita berada. Nonton TV, kita bisa
dapat ilmu,asal jangan nonton gossip melulu..sinetron melulu,dll melulu.
Tontonlah yang bermanfaat buat kita, berita,ataupun yang lainnya. Pokoknya yang
mendidik dan memberi kita ilmu dech… J.
Kumpul sama temen, itu juga kita dapat ilmu, asal jangan ngerumpi kalau kumpul.
Tau – tau kalau ngumpul yang di bahas si dia, si ini, si itu. hmmm pastinya itu
bukan ilmu yang kita dapet, tapi ngrasani “nggosip” namanya. Kalau kumpul,
bahaslah materi – materi yang bermanfaat, seperti bertukar pendapat tentang ide
– ide yang bagus tentang bisnis,tentang bagaimana membuat sesuatu ataupun
tentang buku – buku yang di baca. Itu baru bermanfaat… okay. J . And many other activities that
can give us knowledge. And pastinya kegiatan itu harus positive. J
Memang bener banget
semboyan “ Raihlah ilmu sampai ke negeri China”. Tapi kalau belum bisa ke negeri
China, ya jangan di paksakan…tau – tau karena gak kesampaian ke China karena
gak punya kendaraan beroda 4, ataupun beroda banyak lainnya..:) tau – tau nekad
kesana bawa kendaraan beroda dua,,,sepeda ontel lagi, kan malah nantinya malah
gak asyik gitu. J
Banyak orang – orang yang pandai dan cerdas kok di Negara kita ini, bahkan
mereka mungkin sudah belajar di China. Jadi sama saja kan kita mendapatkan ilmu
dari China, , ,melalui orang lain.. J
it’s okay, take it easy.
And NOW I ask
question…. Apakah kalian tergolong orang – orang yang SEMANGAT dalam mencari
ilmu….?
Tanyakan pada hati
kalian masing – masing ya… J
Saya mau beri
kalian para pembaca, gambaran tentang SEMANGAT belajar mencari ilmu…
Ini dia kisahnya….
“ Mereka adalah
mahasiswa di kampus Penyuluhan, di suatu kota di Indonesia. Kampus ini memiliki
ratusan mahasiswa, dan mahasiswanya berasal dari segala penjuru provinsi di
Indonesia, mungkin dari Sabang sampai Merauke. J.
Dan yang kuliah di kampus tersebut adalah mereka yang sudah mendapatkan gelar
PNS, bayangkan, usia mereka pasti bukanlah usia yang muda sperti belasan tahun
yang ada di bayangan kita kan..pastinya mereka sudah berusia puluhan, paling
tidak 30 ke atas. Bahkan mungkin ada dari mereka yang sudah memiliki cucu. It’s
possible. Udah bisa ngebayangin kan gimana dan seperti apa mereka, bahkan rata
– rata mereka adalah orang – orang NTT,NTB,Timor Leste, Kalimantan, Sulawesi,
bahkan ada pula yang dari Jawa juga. Dari berbagai bahasa dan ragam budaya,
mereka bertemu di kampus tersebut. Dan hebatnya kampus tersebut adalah di
terapkannya pembelajaran Bahasa asing. Ngomong – ngomong Bahasa asing, apa coba
yang ada di benak kalian? Mungkin langsung Bahasa Inggris. yups, kalian bener,
Bahasa asing nya yaitu Bahasa Inggris. Bayangkan, mereka di wajibkan untuk
belajar Bahasa Inggris dan bisa di bilang kampus itu mewajibkannya, karena
persyaratan. Dan apa yang kalian bayangkan? Ya..mereka mengikutinya dengan
sangat SEMANGAT meskipun mereka merasa sedikit kesulitan. Dengan usia yang
sudah tidak lagi muda, memorinya sudah terbagi kemana – mana, mereka masih
selalu antusias dan SEMANGAT ketika para instrukturnya masuk ke kelas mereka
dan memberi mereka kosa kata – kosa kata yang mungkin mereka baru dengar, bisa
saja begitu. Semangat dan rasa ingin bisa mereka berbicara Bahasa Inggris
lancar seperti instrukturnya, membuat mereka untuk tidak menyerah untuk selalu
mengikuti kegiatannya di dalam kelas, dan pantang mengantuk di dalam kelas.
karena mereka menyadari kalau mereka mengantuk, nanti mereka ketinggalan
pelajaran dan tidak tahu bagaimana pengucapan kosa kata dalam bahasa Inggris.
Mengetahui pengucapan Alphabet dari mulai A-Z, itu sangat berarti bagi mereka.
Dan dalam kondisi itu, mereka selalu antusias dan semangat yang luar biasa.
meskipun mereka sebenernya merasa sulit. Datang awal, duduk menunggu
instrukturnya, sambil sesekali membaca kosa kata yang di berikan instrukturnya
hari kemarin, ketika belajar, mereka selalu tertawa, semangat, tanpa mengeluh,
tanpa mengantuk dan tanpa bermalas – malasan. Sampai pada akhirnya merekapun
sudah terbiasa dengan Bahasa Asing tersebut dan lidah mereka sudah mulai lemas
dan sedikit – demi sedikit mulai bisa bercakap – cakap menggunakan Bahasa Asing
tersebut.”
Itulah
gambaran SEMANGAT kali ini dalam menggapai ilmu, dalam mendapatkan ilmu, dalam
rangka ingin bisa dan ingin tahu. Lalu bagaimanakah dengan kita yang masih
tergolong muda ini? Apakah kita selalu SEMANGAT di sekolah? Di kampus?
Mendengarkan guru – guru kita yang memberi materi dalam bentuk apapun? Hmmmmm
kalian pasti menjawab “YA”.
Dulu saya ketika duduk di bangku kuliah, saya
sering sekali mengantuk dengan materi - materi tertentu, mata ini seakan di
gelantungi oleh sebongkah batu yang di bawahnya ada gajahnya J sampai – sampai gak bisa melek dan
akhirnya tertidur. Tapi itu dulu, beberapa bulan yang lalu J. Sekarang saya tahu dan sadar bahwa
ilmu itu sangat penting untuk kita kejar dan kita dapatkan, dimanapun,
kapanpun, dengan siapapun, dalam kondisi apapun.
Benar tidak? J
So, kita sebagai
generasi bangsa yang masih muda – muda ini, ayo kita bangun SEMANGAT yang
MENYALA – NYALA untuk menggapai ilmu untuk cita – cita kita. Don’t ever give up
and always be good person yang haus akan Ilmu. Kurangi waktu tidurmu untuk
membaca ilmu – ilmu baru yang belum pernah kamu temui. Dan jangan sekali – kali
mengurangi waktu tidurmu dengan kegiatan – kegiatan yang tidak bermanfaat buat
dirimu.Okay.
Bye bye. . . semoga
bermanfaat ya….
Rabu, 25 September 2013
SETIA
Saya tidak akan mendeskripsikan apa itu makna setia dalam hal ini. Namun saya hanya memberikan gambaran tentang kesetiaan.
Berikut ini gambarannya :
Pernah mendengar kisahnya Nabi kita Ayyub r.a. Beliau memiliki seorang istri yang sangat setia lagi menjaga kehormatannya sebagai seorang istri. Saat itu keluarga Nabi Ayyub di uji dengan berbagai ujian dari Allah SWT. Dari mulai anak dan harta benda serta tenpat tinggalnya. Beliau hanya memiliki satu rumah yang mana rumah itu adalah satu - satunya tempat berharga untuk bernaung, harta, beliau bahkan bisa di bilang tidak banyak untuk menopang kehidupannya. Di samping itu, sang Nabi juga di uji dengan penyakit yang di deritanya hingga tidak ada sejengkal bagian tubuhpun yang tidak terkena penyakit, namun ada satu yang masih utuh dan tetap utuh untuknya yaitu Qolbu nya. Hatinya yang selalu hidup dan tetap sehat sehingga Beliau mampu tetap beriman dan berkomunikasi dengan sang penciptanya yaitu sang Haq Alllah SWT.
Selama 18 tahun beliau mengalami penderitaan seperti demikian, selama 18 tahun itu pula istrinya menggantikan posisinya sebagai tulang punggung rumah tangganya, ia bahkan rela menjadi pembantu untuk memenuhi kebutuhan sehari - harinya. Sang istri tidak pernah mengeluh, bahkan ia selalu setia mendampingi sang suami, tak pernah meninggalkan sang suami siang dan malam, kecuali untuk pergi ke rumah majikannya. Begitu setianya sang istri mendampingi sang Nabi (suami) dalam kondisi yang sedemikian, dan tidak pernah mengeluh selama 18 tahun. Tidak pernah berpikir untuk meninggalkan sang suami dalam kondisi apapun. Begitulah kesetiaan sang istri terhadap suaminya yang dalam kondisi demikian, selama 18 tahun. Mengurus, menjaga bahkan menemaninya siang dan malam tanpa lelah dalam kondisi suami yang seperti demikian, sang istri selalu mencintai dan mengabdi serta tetap beriman dan tawakal kepada Allah selama 18 tahun. Sampai pada akhirnya, sang Nabi berdoa, meminta kesembuhan kepada Allah, dan Allah mengijabahinya. Dan akhirnya Nabi Ayyub mendapatkan kesembuhan dengan Allah memerintahkan Nabi Ayyub untuk menhentakkan kakinya di tanah tempat ia tinggal dan keluarlah air untuk mandi beliau, lalu Allah memerintahkan untuk menghentakkan kembali kakinya dan keluarlah air untuk minumnya, hingga sembuhlah ia dan kembalilah semua kebahagiaan yang beliau dambakan, bakhan Allah menambahkan kebahagiaan itu kepadanya. Kesetiaan sang istri dan juga keteguhan hati serta kesabaran nabi Ayyub menghadapi kehidupannya yang sedemikian selama 18 tahun, kesetiannya kepada sang Haq Allah, menghasilkan buah yang begitu manis pada akhirnya.
Demikianlah kisahnya.
Sekarang bisa kita bayangkan, dengan kondisi seperti kondisi Nabi dan keluarganya, mampukah kita masih selalu setia kepada ketetapanNYA tanpa kita mengeluh? Bisa di prediksi jawabannya bahwa kemungkinan kita masih belum bisa untuk menahan penderitaan yang sedemikian rupa. Pada saat sekarang, di zaman sekarang, kondisi miskin itu sudah menjadi momok yang sangat menegrikan bagi sebagian orang. Padahal dengan kemiskinan tersebut, kita akan selalu dekat kepada Allah. Bayangkan apabila kita memiliki seorang suami, yang penyakitan, miskin, tidak punya apa - apa bahkan seperti nabi Ayyub kondisinya, mampukah kita bertahan hidup dengannya tnpa kita mengeluh?. Bayangkan apabila kita memiliki keluarga yang miskin, bagi yang belum menikah, mungkin keluarganya adalah keluarga yang kekurangan, miskin, sulit untuk mencari uang untuk sesuap nasi, bahkan bekerjapun tidak seberapa hasilnya, orang tua yang tidak mampu dalam penghasilannya, kurang dalam segalanya, appakah kita mampu bertahan dengan kondisi seperti ini?.
Masih banyak kondisi yang lainnya.
Kita harus wajib menjawab bahwa kita MAMPU untuk bertahan dalam kondisi apapun, bahwa kita harus SETIA dalam kondisi apapun.
SETIA kepada Allah dalam senang maupun susah. SETIA beriman dan bertaqwa kepadaNYA.
SETIA kepada orang tua kita, dalam kondisi apapun. Jangan pernah sekali - kali membentak, mengadu bahkan protes dengan kondisi yang sebagaimanapun.
SETIA kepada pasangan kita dalam kondisi apapun. Contohlah istri Nabi Ayyub yang tidak pernah mengeluh dalam mendampingi suaminya dalam kondisi apapun.
SETIA terhadap apapun yang ada di sekitar kita yang membawa kita dalam jalan kebenaran menuju ridho ALLAH.
Kemiskinan bukanlah akhir dari kehidupan. Jika kita miskin harta, bukankah kita punya hati yang selalu menemani kita selama kita masih bernafas. Bukankah kita punya orang - orang yang mencintai kita di sekeliling kita yang selalu mendampingi kita, mengerti kita dalam kondisi apapun. Kebahagiaan itu tidak terletak pada harta yang semata - mata hanyalah titipan Allah, Jika Allah menghendaki harta itu hilang, dalam sekejap mata, harta itu akan hilang. Dan pada akhirnya kita tidak akan memiliki apa - apa, kecuali Qolbu ini yang tak ternilai harganya.
Semoga bermanfaat.... :)
Berikut ini gambarannya :
Pernah mendengar kisahnya Nabi kita Ayyub r.a. Beliau memiliki seorang istri yang sangat setia lagi menjaga kehormatannya sebagai seorang istri. Saat itu keluarga Nabi Ayyub di uji dengan berbagai ujian dari Allah SWT. Dari mulai anak dan harta benda serta tenpat tinggalnya. Beliau hanya memiliki satu rumah yang mana rumah itu adalah satu - satunya tempat berharga untuk bernaung, harta, beliau bahkan bisa di bilang tidak banyak untuk menopang kehidupannya. Di samping itu, sang Nabi juga di uji dengan penyakit yang di deritanya hingga tidak ada sejengkal bagian tubuhpun yang tidak terkena penyakit, namun ada satu yang masih utuh dan tetap utuh untuknya yaitu Qolbu nya. Hatinya yang selalu hidup dan tetap sehat sehingga Beliau mampu tetap beriman dan berkomunikasi dengan sang penciptanya yaitu sang Haq Alllah SWT.
Selama 18 tahun beliau mengalami penderitaan seperti demikian, selama 18 tahun itu pula istrinya menggantikan posisinya sebagai tulang punggung rumah tangganya, ia bahkan rela menjadi pembantu untuk memenuhi kebutuhan sehari - harinya. Sang istri tidak pernah mengeluh, bahkan ia selalu setia mendampingi sang suami, tak pernah meninggalkan sang suami siang dan malam, kecuali untuk pergi ke rumah majikannya. Begitu setianya sang istri mendampingi sang Nabi (suami) dalam kondisi yang sedemikian, dan tidak pernah mengeluh selama 18 tahun. Tidak pernah berpikir untuk meninggalkan sang suami dalam kondisi apapun. Begitulah kesetiaan sang istri terhadap suaminya yang dalam kondisi demikian, selama 18 tahun. Mengurus, menjaga bahkan menemaninya siang dan malam tanpa lelah dalam kondisi suami yang seperti demikian, sang istri selalu mencintai dan mengabdi serta tetap beriman dan tawakal kepada Allah selama 18 tahun. Sampai pada akhirnya, sang Nabi berdoa, meminta kesembuhan kepada Allah, dan Allah mengijabahinya. Dan akhirnya Nabi Ayyub mendapatkan kesembuhan dengan Allah memerintahkan Nabi Ayyub untuk menhentakkan kakinya di tanah tempat ia tinggal dan keluarlah air untuk mandi beliau, lalu Allah memerintahkan untuk menghentakkan kembali kakinya dan keluarlah air untuk minumnya, hingga sembuhlah ia dan kembalilah semua kebahagiaan yang beliau dambakan, bakhan Allah menambahkan kebahagiaan itu kepadanya. Kesetiaan sang istri dan juga keteguhan hati serta kesabaran nabi Ayyub menghadapi kehidupannya yang sedemikian selama 18 tahun, kesetiannya kepada sang Haq Allah, menghasilkan buah yang begitu manis pada akhirnya.
Demikianlah kisahnya.
Sekarang bisa kita bayangkan, dengan kondisi seperti kondisi Nabi dan keluarganya, mampukah kita masih selalu setia kepada ketetapanNYA tanpa kita mengeluh? Bisa di prediksi jawabannya bahwa kemungkinan kita masih belum bisa untuk menahan penderitaan yang sedemikian rupa. Pada saat sekarang, di zaman sekarang, kondisi miskin itu sudah menjadi momok yang sangat menegrikan bagi sebagian orang. Padahal dengan kemiskinan tersebut, kita akan selalu dekat kepada Allah. Bayangkan apabila kita memiliki seorang suami, yang penyakitan, miskin, tidak punya apa - apa bahkan seperti nabi Ayyub kondisinya, mampukah kita bertahan hidup dengannya tnpa kita mengeluh?. Bayangkan apabila kita memiliki keluarga yang miskin, bagi yang belum menikah, mungkin keluarganya adalah keluarga yang kekurangan, miskin, sulit untuk mencari uang untuk sesuap nasi, bahkan bekerjapun tidak seberapa hasilnya, orang tua yang tidak mampu dalam penghasilannya, kurang dalam segalanya, appakah kita mampu bertahan dengan kondisi seperti ini?.
Masih banyak kondisi yang lainnya.
Kita harus wajib menjawab bahwa kita MAMPU untuk bertahan dalam kondisi apapun, bahwa kita harus SETIA dalam kondisi apapun.
SETIA kepada Allah dalam senang maupun susah. SETIA beriman dan bertaqwa kepadaNYA.
SETIA kepada orang tua kita, dalam kondisi apapun. Jangan pernah sekali - kali membentak, mengadu bahkan protes dengan kondisi yang sebagaimanapun.
SETIA kepada pasangan kita dalam kondisi apapun. Contohlah istri Nabi Ayyub yang tidak pernah mengeluh dalam mendampingi suaminya dalam kondisi apapun.
SETIA terhadap apapun yang ada di sekitar kita yang membawa kita dalam jalan kebenaran menuju ridho ALLAH.
Kemiskinan bukanlah akhir dari kehidupan. Jika kita miskin harta, bukankah kita punya hati yang selalu menemani kita selama kita masih bernafas. Bukankah kita punya orang - orang yang mencintai kita di sekeliling kita yang selalu mendampingi kita, mengerti kita dalam kondisi apapun. Kebahagiaan itu tidak terletak pada harta yang semata - mata hanyalah titipan Allah, Jika Allah menghendaki harta itu hilang, dalam sekejap mata, harta itu akan hilang. Dan pada akhirnya kita tidak akan memiliki apa - apa, kecuali Qolbu ini yang tak ternilai harganya.
Semoga bermanfaat.... :)
Senin, 27 Mei 2013
Cerpen
“ Cerita singkat ini hanya karangan . Tidak berniat untuk menyinggung siapapun bila ada persamaan karakter, nama atau yang lainnya”
BACK TO ME , PLEASE……
Namaku Adhira Permata, but my friends
call me Permata. Sekarang aku lagi liburan musim dingin di univeristas aku.
Kenapa aku bilang liburan musim dingin, semua udah bisa nebak donk, cuma
sekolah di luar negeri yang punya liburan musiman gini. Because, as we know
that in Indonesia doesn’t have season like in abroad. Kita hanya punya dua
musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Nah, sekarang ini aku di Indonesia
saat musim hujan, jadi hawanya mendung gitu, dingin plus hujan terus. Kebetulan
rumah aku di Bandung, so pasti lah dingin BGT. Rumah aku deket banget sama
pegunungan and di sekitar aku masih asri banget, sawah – sawah masih hijau,
setiap pagi pak tani and bu tani berjalan beriringan menuju sawah masing –
masing untuk mananam padi, kebetulan sekarang ini, pas aku pulang saatnya
mereka bertanam padi. Papa aku punya
kenalan namanya pak Dhi, beliau petani yang luar biasa, namanya keren kan.
Meskipun beliau petani, tapi kita menjulukinya petani gaul gitu, di
samping tak kenal lelah untuk pulang
pergi ke sawah, mengurus sawahnya, menanami padi, dan terkadang juga menanam
sayuran. Pagi sampai sore ke sawah dan malamnya beliau bercengkrama dengan penduduk
sekitar, atau terkadang mentraktir teman – teman sesama petani untuk sekadar
menikmati santap malam atau makan jagung bakar dan lain – lain bahkan terkadang
ngajak liburan gitu. Beliau very rich di kampungnya. Because, he has large farm
too, berhektar – hektar gitu. Dulu, waktu gue masih kecil, aku sering ikut ke
sawah sama pak Ben, sehabis pulang sekolah gitu aku minta di anterin sopir ke
rumah pak Ben trus berangkat ke sawah bareng – bareng gitu. Papa sama mama dari
pagi sampai jam 7 malam di kantor sibuk ngurusin bisnisnya. Aku di tinggalin
terus, paling berangkatnya doing di urusinnya. Tapi aku bukan tipe anak yang
kurang kasih sayang loch, papa mama selalu memikirkan yang terbaik buat gue and
I obey their rules, because I don’t want them disappointed with me. Merekalah
yang selalu berusaha buat kehidupan aku lebih baik, so aku usah seharunya
sebagai anak harus patuh sama orang tua.
Sekarang
ini aku kuliah di salah satu universitas
di Amerika, jurusan intertainment. Bukan berarti aku pengen jadi artis, bintang
iklan, atu pemain sinetron, tapi, aku pengen jadi sutradara. Setelah lulus SMA
dua tahun yang lalu, aku langsung berangkat ke Amerika. Aku pulang ke rumah
setiap semester tiba, seperti sekarang ini, aku udah sebulan di rumah and ini
liburan ini adalah liburan cukup pahit
buat aku. Tapi kadang – kadang juga gak pulang, because my parents visit me, so
I won’t go home. Semester ini mama papa gak bisa ke sana karena sibuk banget di
kantor. Rencananya sich, liburan musim dingin tahun depan mama papa mau ngajak
liburan ke Seoul, sebenernya mama yang pengen tapi akhirnya di jadiin liburan
keluarga sekalian. Aku bilang juga sama mereka kalau aku ajak Raka sekalian. Temen kecil aku dan
sebenernya aku suka sama dia. Tapi sekarang ceritanya udah beda, Raka gak bisa
lagi sama – sama aku and keluarga aku
lagi, bahkan aku gak punya waktu lagi untuk membalas perasaannya. Dua bulan
yang lalu dia ngirim email ke aku,
“Dear : Dhira
Dhir,
aku tahu kalau aku bilang ini mungkin kamu gak akan terima dan mungkin ini kamu
anggep konyol. But, aku pengen kamu tahu semuanya sebelum kita ketemu. Aku
harap kamu gak akan kecewa, marah sama aku sebagai sahabatmu.
Dhir, jujur, sebenernya waktu
nganterin kamu berangkat ke Amerika, hati aku sedih banget Dhir, aku ngrasa
kehilangan banget, aku ngrasa ada yang hilang dari bagian hidup aku. Pasti gak
aka nada lagi candaan kamu yang konyol and garing itu. gak ada lagi yang ngajak
aku ke sawah lagi,and banyak lagi bagian – bagian yang hilang. Aku ngrasa hari
– hari ku ada bagian yang kosong Dhir. Sekarang ini kamu udah setahun di
Amerika and aku gak pernah tahu gimana keadaan kamu di sana, kita sama – sama
gak bisa komunikasi and saling melihat, aku kehilangan bagian cerita kecil aku sama
kamu Dir, jujur, aku kangen banget ketika setahun kemarin kamu gak pulang. Aku
pengen banget ketemu kamu sekarang ini Dir, aku ngrasa kangen banget sama kamu.
Seandainya kamu bisa datang sekarang ini di hadapan aku, aku pengen kamu dateng
Dhir. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Dir. Sorry to say it, but I
love you. Do you want to be mine Dhir? Jawaban kamu aku tunggu, apapun jawaban
kamu Dir aku terima. Thanks.
Miss you….
Raka
Aku baru nyadar kalo selama ini Raka suka
sama aku. And sebenernya aku juga suka sama dia tapi aku gak mau ngungkapin
perasaan aku duluan. Dari kecil emang kita udah kenal and kemana – mana kita
selalu bareng, aku tahu kehidupan dia and dia juga tahu kehidupanku seperti
apa. Orang tua kita juga udah sama – sama kenal malah seperti saudara sendiri. Untuk
urusan sekolah, cuma di SMA aja kita gak bareng, tapi kalo pulang sekolah pasti
dia jemput aku, apapun yang terjadi. and itu kita jalanin sampai kita lulus
SMA. Ketika lulus SMA, kita gak ngerayain di sekolah malah pergi berdua jalan –
jalan ke mall main – main and makan – makan. Kita berdua suka banget sama es
krim and kue cokelat yang ada di salah satu kedai di mall itu. saat itu,
setelah pengumuman kelulusan and kita lulus, Raka langsung njemput aku and
ngajak aku jalan ke mall itu, kita nikmati es krim and kue cokelat sepuasnya.
Itu adalah masa – masa terindah. Sepertinya sebagian hidup aku diisi bareng
sama Raka. Raka tahu kalo orang tuaku jarang ada di rumah makanya dia selalu
ada buat aku.
Urusan pacaran kita emang gak terlalu
mikirin, because we focused on our study and get more experience in our life,
selama kita bersama, kita gak pernah pacaran sama orang lain, aku gak pernah
pacaran and Raka juga gak pernah pacaran. And kita juga gak pernah nyatain
perasaan apa – apa selama kita bersama dari kecil sampai kita lulus SMA, kita
ngalir aja. Kalo ada waktu luang kita pasti kita hang out bareng temen – temen,
because kita punya kelompok gitu, and one moment kita gather untuk ngadain
kegiatan, sampai sekarang aku kuliah pun masih kontak – kontak terus sama temen
– temen satu kelompok. Tapi untuk kabar kali ini mereka gaka kabarin aku, mereka sengaja diam
biar aku gak sedih and sakit. Papa, mama, tante, om, kakak Raka, temen – temen
semuanya mereka sepakat untuk gak kasih tahu aku. Mereka berfikir aku akan
sedih banget kalo tahu ini.
Sedari aku berangkat dari bandara 2
minggu yang lalu di Amerika, perasaan aku seneng banget because I’ll back and
meet my parents, my friends and yang paling aku kangenin adalah Raka. Niat aku setelah sampai di rumah aku mau langsung
ke rumah Raka tapi gak kasih tahu dia dulu, aku mau kasih dia kejutan and aku
mau jawab yang dia tulis di email. Sebenrnya aku pengen banget di jemput sama
dia di Bandara, biar kelihatan romantic gitu kaya’ artis – artis gitu J tapi nanti gak jadi surprise dong, ya udah cukup
aku simpen aja rasa itu and akan aku ungkapin di rumah nanti. Selama berjam –
jam di perjalanan di pikiran aku cuma ada kenangan masa – masa gue and Raka
dulu bersama, sampai aku senyum – senyum sendiri di dalam pesawat because I
imagine the funny things that we did at that time. Banyak hal – hal konyol yang
kita lakuin saat kita dulu masih bersama. Kita gak pacaran, kita juga bukan
saudara and kita juga buka pasangan sejoli yang seddang di mabuk cinta, tapi
hari – hari kita di penuhi dengan keindahan – keindahan and kejadian – kejadian
konyol gitu. Aku masih inget waktu kita pergi ke puncak naik motor sama dia,
saat itu kita emang sengaja lewat jalan yang gak wajar gitu, seharunya kita
lewat jalan yang umum or jalan raya, tapi kita malah lewat jalan yang bersawah
– sawah gitu, akhirnya motornya Raka mogk kenak lumpur gitu, parahnya, sebelum
mogok kita berdua jatuh duluan di lumpur sawah, because motornya gak kuat jalan
karena kenak lumpur gitu, ngepot – ngepot deh. Jalan di sekitar sawah itu emang
jalan buat warga keseharian ke sawah, saat itu kondisi pas waktu hujan pula
akhirnya becek, berlumpur pula, jatuh pula plus gaka ada orang. Akhirnya kita
ngedorong sampai setengah jam sampai di jalan raya. Nafas serasa putus, badan
terasa patah – patah gitu, laper, haus plus kedinginan. Untungnya tas kita
berdua aman dari kebasahan and kotoran. Akhirnya kita ketemu rumah warga and kita
ganti di sana and ngelanjutin perjalanan lagi dech. Itu adalah kenangan
terparah yang pernah ada and terkonyol. Ide – ide konyol gitu munculnya dari
Raka, di luar jangkauan gitu idenya. Emang
sich kadang – kadang juga punya ide cemerlang.
Saat
aku tiba di bandara Bandung, hati gak tahu kenapa deg – degan and ngerasa gak
tenang. Aku rasanya pengen banget nangis, and tiba – tiba gue kayak ngliat Raka
di Bandara lagi ngelambaiin tangannya gitu. Di bandara, for my surprise, temen
– temen kelompok kita dulu ternyata udah ada di bandara semua jemput aku,
padahal mereka gak aku minta buat ngejemput. Papa mama, tante and om juga kakak
Raka juga terlihat di sana saat itu. sejauh mata aku memandang, aku gak liat
Raka. Perasaan aku jadi campur aduk, seneng, sedih, and bertanya – tanya kenapa
mereka semua ada di bandara saat itu tapi Raka gak ada. Dalam pikiranku, mungkin
Raka mau kasih surprise buatku di rumah. Hatiku semakin deg – degan. Semuanya
yang ada di bandara menyambut aku dengan senyuman dan peluk cium tanpa ada rasa yang sebenarnya mereka
sembunyikan. Bahkan bodohnya aku pun gak curiga ada apa dengan mereka semua
njemput gue di bandara. Biasanya juga gak gitu, kali ini bener – bener aneh and
mereka juga kayak manjain aku banget, aku jadi ngrasa aneh gitu ke mereka. Di
tanya ini itu, mau ini mau itu, bahkan ketika aku tanya kakak,
“ kak, Raka
mana?”
“ mmmm, Ra’
nanti kamu mau ikut jalan kakak gak, ,? ”
Dalam hati aku
kenapa jawaban sama pertanyaan gak nyambung gini ya. Aku semakin gak enak gitu
perasaannya, hati aku deg – degan banget. Ketika aku tanya mama papa merekapun
jawab dengan jawaban yang gak nyambung gitu, malah ngajak aku jalan – jalan,
padahal aku sudah gak sabar banget pengen ketemu Raka. Di pikiran aku semakin
gak sabar banget pengen ketemu Raka. Waktu aku bilang ke kakak Raka aku lihat
Raka di bandara, tiba – tiba kakak kaget,
“ Kak, tadi Dhira liyat Raka di bandara ngelambaiin tangannya gitu ke
Dhira. Tapi sekarang kok gak ada di sini Rakanya. Dhira pikir ikut jemput. Apa
masih di rumah mau kasih surpeise?”
Kakak diem and
terlihat merah gitu wajahnya kayak mau nangis. Pas aku ngomongin Raka juga
mereka semua kelihatan diem and kayak ada yang sembunyiin. Sepanjang perjalanan
dalam pikiranku di penuhi dengan tanda tanya tentang Raka.
Sesampainya di rumah semua yang
menjemput aku di bandara pulang and tinggal mama papa di rumah. Entah kenapa
hari itu aku pengen banget langsung ke rumah Raka, aku kangen banget sama dia.
Aku pengen banget ketemu dia, tapi mama papa aku ngelarang untuk keluar rumah
dulu dengan alasan masih capek. Aku sich nurut aja, mungkin ada benarnya juga
besok aku baru ke rumah Raka. Sore itu aku ngerasa dingin banget, gak seperti
biasanya, biasanya dingin tapi gak dingin banget seperti sore itu. dari Amerika
aku bawa hadiah special buat Raka. Dulu dia bilang pengen banget beli sweater
bareng aku di Amerika. Tapi dia belum sempat ke Amerika and hari itu aku
bawakan buat dia. Niatnya buat dia surprise. Aku bungkus rapi banget sesuai
dengan warna kesukaan dia yaitu cokelat, aku liatin aja fotonya dia yang aku
sengaja pajang di kamarku. Aku berjalan ke arah jendela and seeing outside
kelihatan hujan dengan lembut menyapaku, angin kecil meniup kelambu putih yang
menlapisi jendelaku and menyambar lembut wajahku, dingin sekali sore itu, aku
semakin kepikiran Raka. Dalam hati aku “What are you doing Raka…. .” .
Malamnya aku masih kerasa dingin
banget, aku coba untuk tidur and memejamkan mata dengan nyaman di tempat tidur
aku tapi lama banget gak bisa tidur, sampai akhirnya sekitar pukul 11 malam gue
baru bisa tidur pulas sampai aku mimpiin Raka. Dalam mimpi aku, aku ketemu Raka
…
“ Dhira, , , ,” dari kejauhan Raka manggilin aku “kamu apa kabar? Kamu
masih tetep aja bulet gitu wajah kamu” sapa Raka.
“ Raka, ah kamu gak asyik nech, kamu gak jemput aku di bandara
kemaren. Ah ..gak seru nech kamu..”sambil aku tepuk pundaknya.
“Hmmm, sorry – sorry, buat latihan kalo kamu kehilangan aku hehehe”
“ Eh, apaan si kamu. Kehilangan apa maksudnya. Ngaco ah,”
“ Aku pengen ke tempat favorit kita nech. Kesana yuk.”
“ Ok. Siapa takut, but sebelum pergi, gue pengen ngomong sesuatu sama
lo..”
“ mau, ngomong apaan ..”
“ Aku mau nanyain jawaban kamu ke aku. Sebelum terlambat aku pengen
denger jawaban kamu Dhir. Please, now say it.” sambil memegang tangan aku.
“Ka’…”
“Please jawab sekarang Dhir. Please.”
“ Lo beneran mau tau jawaban gue. .?”
“Dhir..”
“ mmmmm, gimana ya… kita kan sahabat dari kecil. Aku gak nyangka aja kamu
bakalan kayak gini ke aku Ka’.”
“So, jawaban kamu Dhir,”
“Ya,,,, gimana ya…”
“ Kamu pasti gak terima ya Dhir” dengan ekspresi yang lemah gitu,
“ Ka’. Aku juga sayang sama Kamu ”
Raka kaget and spontan menatap tajam gitu kea rah gue.
“So, kita jadian sekarang….”
Aku Cuma bisa tersenyum “mmmmmm, yups…”
“Thanks Dhira, thanks. I love you so much.” Raka menggenggam tangan aku and kita langsung ke
tempat favorit kita naik motor. Di mimpi itu kita begitu bahagia meskipun kita
di kendaraan, dengan bahagia Raka mengendarai motornya, aku juga bahagia banget
akhirnya bisa bertemu Raka.
Raka
mengendarai motornya dengan kecepatan yang lumayan tinggi karena pengen cepet –
cepet sampai di tempat. Aku udah inegtin dia untuk gak terlalu kebut, but he
doesn’t care me. Sampai akhirnya ketika dia mencoba mendahului bus di depan
kita, Raka terlalu dekat dengan bus itu dan dia kehilngan kendali hingga
akhirnya oleng and baassssshhhhhhh motor terpeleset dan jatuh tepat di
tikungan. “RAKAAAAAAAAAA…” Teriakku
sambil aku terbangun dari tidur. Nafasku tersengal – sengal, hati ini berdegub
kencang and aku seketika itu duduk di atas kasur and mendekap tubuhku sendiri
then crying, , dalam hati aku terus mengatakan bahwa “ this is only dreaming, Raka is fine”. Saat itu tak terasa pagipun
datang, aku mandi and buru – buru pergi ke rumah Raka, I rode my car by myself,
aku gak sabar buat ketemu Raka. Aku turun dari kamar langsung ngambil kunci
mobil and langsung bergegas pergi ke rumah Raka, mama papa gak tahu aku pergi
pagi – pagi, di jalan telfon aku katanya aku gak boleh pergi dulu, besok aja
sama mama papa. Aku gak peduli, yang penting aku ketemu Raka. Perasaan aku
seneng banget di jalan, di pikiran aku cuma ada Raka Raka and Raka. Jarak rumah
aku gak jauh dari rumah Raka, cuma 30 menitan. 5 menit lagi aku sampai di
tempat Raka, tiba – tiba mobil aku mogok pas di tikungan dimana aku mimpi Raka
jatuh. Hati gue deg – degan semakin kenceng, “ada apa ini? Bukannya ini tikungan semalem yang aku impikan?”. Di
tempat itu ada garis polisi yang masih nampak baru, mungkin baru terjadi
kecelakaan. Aku bingung minta tolong sama siapa, aku telfon orang bengkel
akhirnya and will come soon. Tak lama setelah telfon, orang bengkel dateng. Aku
tanya, sama pak Dika, salah 1 montir yang nanganin mobil aku .
“ Pak, emang habis ada kecelakaan ya? Kok ada garis polisi gitu,
kayaknya masih baru gitu?”
“ Ia non, seminggu yang lalu baru ada kecelakaan di sini.”
“motor?”
“ia, anak muda non, seumuran non gitu. Katanya si habis pulang
kuliah, truz jatuh di tikungan itu”.
“ cewek pak?”
“bukan. Laki – laki non, rumahnya dekat sini kok kalo gak salah. Tapi
bapak gak tahu namanya siapa. Sudah non, sudah selesai mobilnya. Coba di
nyalakan”
“oh, is pak. Terimakasih ya pak”.
“ ok, hati – hati non. Jagan kebut – kebut naik mobilnya ya… apalgi
baru pulang, ini musim hujan. Licin. Ya.”
“ ia pak. Sip”.
Dalam hati aku
gak ada pikiran macem – macem tentang Raka. Sebentar lagi gue sampai di rumah
Raka. Sampai di gang perumahan rumah Raka, dengan perasaan yang sangat bahagia aku
melaju mobil ke rumah Raka.
Akhirnya aku tiba di depan rumah
Raka, aku turun dari mobil and brought parcel buat Raka and keluarga. Dengan
langkah bahagia gue melangkah ke dalam rumah Raka, saat itu gerbang terbuka and
aku masuk begitu aja ke rumah. Rumah terlihat sepi, aku ketuk pintu and tante
yang ngebukain, aku pikir Raka yang ngebukain. Ternyata tante, and tante
terlihat kaget gitu. Aku sampai mikir kalau tante gak suka dengan kedatangan aku,
and akhirnya tante mempersilahkan aku masuk and duduk. Kebetulan saat itu tante
lagi masak and om lagi liat TV di ruang tengah and kakak lagi ngebersihin taman
di belakang rumah. Tsk terlihat Raka di sekitar mata memandang, om juga
terlihat kaget aku datang and samperin beliau sambil ikut liat TV, apalagi
kakak, dia yang paling kaget ngliat aku udah di ruang tengah sama om. Mereka
keliatan bingung and tak lama kemudian papa mama dateng. Mereka semua saling
berpandangan melihat aku udah di ruang tengah sama om liat TV.
Aku berjalan ke belakang sambil
manggil Raka.
“ Raka, Raka,,,,, kamu dimana
sich..” sambil mata aku memandang kesana kemari mencari dia.
“ Tante, om, kak, mama papa…. Raka
mana? Kalian pasti tau kan dimana Raka? Kenapa kalian diam aja. Dari kemaren aku
gak liat Raka, di bandara, di rumah, Dira gak liat sama sekali. Atau lagi di
kamar.” Aku langsung lari and naik ke atas ke kamar Raka. Aku buka pintunya, “
Raka……. Kamu dimana Ka”. Aku gak nemuin Raka di kamarnya, aku buka kamar mandi
juga gak ada Raka di sana. Yang cuma foto – foto dia sama aku banyak banget
terpajang di dinding kamarnya, dan juga ada helm kesayangan dia and helm aku di
atas meja. Nampaknya helmnya lecet di bagian sisi kanan, and aku liat juga helm gue yang emang sengaja Raka
bawa selama aku di Amerika. Aku liat ada kejanggalan di helm Raka,
“ Tante, helemnya kok lecet? Kacanya kok gak ada tante. Bukannya
helmnya Raka itu lengkap and masih bagus kok. Kenapa sekarang jadi seperti ini?
Sebenernya ada pa ini, kenapa kalian semuanya diam?”
Mereka masih
belum bisa jawab apapun and masih tetap diam. Perlahan mama meneteskan air mata
and papa memluknya, begitu juga tante, gak tahan di sana and meneteskan air
matanya. Dalam hati gue semakin gak karuan,
“ Kenapa Dira
deg – degan kenceng gini ya, Raka.. please, aku bawa sweater yang kamu mau
nech….”
Perlahan sambil aku
dekap kado buat Raka sambil aku duduk di ujung tempat tidur Raka.
“ Tante, om, ma,
pa…. please…. Jawab Dira, kemana Raka, ada apa? Kenapa kalian diem terus…
kenapa kalian nangis… ada apa? Please….kasih tau dira…”
Nada aku semakin
lemah, and melihat mereka semua meangis, aku jadi ikut nangis juga dan berubah
menjadi rasa takut. Tiba – tiba kakak dateng dari luar and bawa bungkusan then
he gave me. Di bilang,
“ Dhira, Kamu
harus terima ini semua. Ini semua udah takdir yang di atas… kamu meski tabah
Ra’. “
“ Maksud
kakak apa? Apa ini? Mana Raka?”
“ Ini hadiah buat kamu dari Raka. Ini hadiah
terakhir buat kamu dari dia, terima ya..”
“ Raka mana
kak…. Raka mana….”
Aku mulai lemes
and meneteskan air mata sambil terus memaksa kakak untuk mennawab pertanyaan aku,
“ Dhira, Raka udah pergi meninggalkan
kita semua… dia…”
“ Dia pergi
kemana kak, dia kabur? Kenapa sekarang dia jadi kaburan gitu kak?”
“ Dhira, , bukan
.. Raka bukan kabur, tapi Raka meninggalkan kita semua satu minggu yang lalu,
dia kecelakaan motor saat pulang kuliah habis dari pulang beli hadiah buat kamu
juga Ra’. Nyawanya gak bisa di selamatkan ketika perjalanan ke rumah sakit”.
Kakak terhenti
sebentar and aku gak tahan banget untuk menangis, air mata aku meledak, tubuhku
rasanya lemes kayak gak ada tulangnya, hati aku deg – deggan gak karuan, kepala
aku rasanya tebel banget and aku gak kuat banget nahan air mata then finally I cry
as I can, mama papa langsung meluk aku.
“ Dhira, kamu mesti sabar Ra’. Ini
ujian.. sabar ya..”
“ Gak, Raka gak
pergi, kemarin gue liat dia di bandara kak, Dira liat dia. Dia masih ada, dia
jemput Dira di bandara kak.. dia ada disana.”
Kakak terus buat
aku tegar, and aku terus gak percaya and aku terus meronta. Saat itu aku
langsung gak terima and menangis sejadinya and meronta sejadinya sambil aku
peluk hadiah dari Raka yang masih terbungkus.
“ Ini helmnya
Raka, Raka masih ada disini. Dia pasti mau kasih surprise buat gue. Pasti dia
di bawah sana kan, gue mau nyusul dia kak, ini helm kita. Kita udah janjian kok
mau ke tempat favorit kita, kita mau makan cokelat and minum es krim sepuasnya
di sana. Dia udah janji kak…..”
Aku langsung turun sambil menangis, sambil
bawa helm and bungkusan hadiah. Sambil menangis aku mencari – cari Raka, aku ke
garasi buat ngliat Raka, mungkin dia disana lagi nyiapin motor. Setelah aku
buka garasi, aku liat motornya Raka dalam keadaan gak sempurna. Aku langsung
teriak di tempat….dengan lirih,
“ Raka…. Kamu
kenapa… kenapa kamu seperti ini… kenapa Raka…”
“ Dhira, kakak tahu perasaan kamu. Tapi kamu mesti sabar Ra’, Raka
uda pergi. Raka udah gak ada di sini lagi. Kamu mesti ikhlas Dhira…”
Aku jatuh
bersimpuh tak berdaya di garasi, masih menangis and lemah tanpa daya. Aku benar
– benar gak menyangka ini akan terjadi and why so soon. And why harus dia.
“ Dhira pikir ini hanya mimpi kak, tadi malam Dira mimpi Raka jatuh
dari motor. .. Raka…………”
Aku bisa
berhenti menangis and terus menangis and lemah tanpa peduli siapapun di sekitar
aku. Mama papa semuanya nenangin aku biar aku gak terlalu terpukul dengan ini
semua.
“ Kenapa kalian nyembunyiin ini semua, apa kalian sengaja? Kenapa
kalian gak mikirin perasaanku? Kenapa kalian gak juju aja sama aku, ini udah
seminggu…. Kenapa kalian tega sama aku seperti ini. Kalian….”
“ Dira, bukan gitu sayang.. kita gak ingin kamu sedih, kita gak ingin
kamu di sana dan selama perjalanan. Kita
memang salah, maafin kita semua ya sayang. Maafin kita semua…kita ingin yang
terbaik buat kamu, mama, papa, om tante juga kakak…”
“ tapi kalian udah bohong sama aku…… RAKAAA…… aku pengen ketemu kamu,
kita jadi pergi kan, Raka… please, pulang Raka, kembalilah Ka’… kembali sama
aku…back to me please..back to me…. Raka…..”
“ RAKAAA…………. RAKAA…….. RAKAAAA………. BACK TO ME PLEASE….. PLEASE….BACK
TO ME…”
Tanpa sadar, aku
lemah and tak sadarkan diri, selama beberapa menit aku pingsan. Semuanya panic
and mengelilingi aku dengan harap – harap cemas, takut terjadi apa – apa sama
aku. Beberapa menit kemudian aku sadar and langsung mencari Raka. Setiap kali
aku sadar, nama Rakalah yang aku sebut sambil aku menangis and terus meronta
memanggil Raka, aku sudah gak peduli dengan apa yang ada di sekitarku, yang aku
pikirin hanya Raka and Raka.
“ Raka, aku kangen sama kamu,please…come
to me Raka, Raka……”
“ Dira, ayo
ikut kakak…”
“ Raka…”
Kakak ngajak aku
keluar dan memapahku ke dalam mobilnya, kita semua keluar.. aku masih dengan
air mataku dan lemas gak berdaya. Beberapa menit kemudian kita sampai di area
pemkaman, dimana Raka di makamkan. Melihat area itu aku semakin terasa tak
bertulang, mungkin om dan tante juga kehilangan, tapi aku sungguh gak bisa
menahan ini semua, sungguh aku serasa ingin ikut dengannya. Aku gak sanggup untuk
kehilangan Raka. Saat masuk ke dalam pemakaman, aku ngrasa ingin jatuhkan diri,
aku ngrasa lemes banget tubuhku untungnya saat itu kakak mapah aku and mama
papa juga semuanya di sampingku and mereka saling menguatkan aku meskipun
sebenernya aku gak kuat banget hari itu, aku gak bisa terima apa yang terjadi
saat ini. Aku masih belum terima ini semua, akummenganggap Raka masih hidup dan
akan jemput aku, ngajak aku jalan – jalan .
Tiba di depan pusaran Raka, sungguh
aku tak sanggup untuk berbuat apa – apa, aku hanya mampu melihat papan nisan di
atas pusaran yang tertuliskan Raka. Aku spontan terjatuuh di atas pusaran itu
then aku hanya bisa menangis and diam menatap nisan itu. Semestinya ku tak
boleh meratap, tapi aku tak bisa menahan ratapan ini.
“ Raka, kenapa kamu tinggalin aku sendirian, kenapa kamu pergi
begini, bukankah kamu janji mau jalan sama aku. Bukankah kamu mau tau jawaban
aku ke kamu, kamu mau tau kan jawabanku apa….. Raka, , bangun, , aku juga
mencintaimu. Raka, bangun, ayo pulang, , , ayo…kembali…”
“ Raka ayo pulang… tempat kamu bukan di sini…tempat kamu di
rumah..bukan disini”
“
Raka ayo pulang…..”
Kakak terus
menangkan aku, aku yang tak bisa lepas memeluk pusaran Raka saat itu seakan tak
sadar apa yang sedang terjadi pada diriku sendiri and aku tidak tahu harus
gimana and bagaimana, aku tidak memikirkan keadaanku sendiri saat itu. yang aku
tahu aku hanya ingin bertemu Raka dan pergi bersama dia. Sekitar 15 menit di
area pemakaman, dengan kondisiku yang tidak karuan, kakak gak tahan melihat
kondisiku seperti dan akhirnya akupun di ajak pulang.
“
Enggak…. Aku mau sama Raka di sini, aku gak mau pulang. Aku mau
sama Raka kak, aku mau nemenin Raka…
nggak mau pulang…nggak mau kak….”
“ Dira.. kamu gak boleh seperti ini
terus. Dira, ayo pulang. . Raka sudah tenang di alamnya. Dia pasti gak suka
liat kamu seperti ini, ayolah please…bangun Dira, kita pulang…”
“ Enggak!!!”
Saat itu aku
berubah meledak – ledak dengan semua orang yang ada di sekelilingku. Aku marah,
aku sedih, aku bingung, semuanya campur aduk. Air mata ini tak bisa terhenti
mengalir, kepala ini rasanya sungguh berat, mata ini seakan tak bisa melihat
apa – apa lagi di depanku, semua terasa berat and gelap. Seketika itu aku
langsung tak sadarkan diri lagi, kakak membopongku ke dalam mobil dan membawa
pulang ke rumah Raka, di tidurkanlah aku di kamar Raka. Dalam ketidaksadaranku,
aku memimpikan Raka, sebelum aku ketemu Raka, aku bertemu dengan pak Ben. Orang
kaya yang punya banyak sawah yang sering aku and Raka bermain di sana.
“ Pak Dhi, pak Dhi tau gak. Orang – orang bilang
Raka udah di makamkan di kuburan sana. Itu di dekat sawah pak Ben yang sebelah
sana itu. padahal itu gak bener lo pak.. pak Ben percaya kan sama aku.. ia
kan..”
Pak Dhi hanya
tersenyum dan memandangku dengan penuh haru. Akupun beranjak pergi dan berjalan
sambil memandangi area pemakam..
“ Raka,, I miss you, please, back to me… I need you
now… please, please, please…come back to me…. Raka…….”
Ketika aku
berjalan tiba – tiba awan hitam terlihat di atasku berjalan dan awan itu
berjalan kea rah rumah Raka, aku terus mengejar awan itu. entah mengapa aku
mengejar awan itu, ketika tepat berada di atas rumah Raka, aku terus memandangi
awan itu dengan penuh heran, ketika aku melihat kea rah pintu rumah Raka, aku melihat
Raka keluar rumah dan berlari kecil menuju ke arahku. Dengan memakai kaos
berkerah berwana grey dan celana jeans yang pernah aku berikan, dia berlari
kecil menuju ke arahku dan semakin dekat. Semakin dekat and dekat dan spontan
dia menarik tanganku dan menggandeng tanganku then we run together. Aku merasa
seakan tak percaya dia adalah Raka, dengan tersenyum dia menggenggam tanganku
dan kita berlari dengan bahagia, aku selalu memandanginya dengan rasa tak
percaya. Aku tak percaya aku berada di samping Raka dan berlari bersama seperti
kita mau menuju ke suatu tempat yang aku dan Raka belum pernah datangi. Dengan
erat dia menggenggam tanganku dan terus berlari, tak sepatah kata terucap dari
bibir Raka dia hanya tersenyum dengan manisnya. Bahagia sekali rasa hati ini
kala mimpi ini berlangsung, dan seketika itu aku bangun.
“ Raka….”
Aku merintih
lemah sambil menitikkan air mata. Keadaanku sudah sangat lemah seakan nyawa ini
tak berada bersamaku lagi, jiwa ini hidup tapi seakan tak ada roh didalam
ragaku. Ketika aku membuka mata semua mengelilingiku, mama papa tante om dan
kakak yang selalu memperhatikanku, ada semua di sekelilingku. Saat itu aku
bilang untuk tetap tinggal di rumah Raka beberapa hari, aku ingin tidur di
kamar Raka beberapa hari. Dan mereka mengerti, namun semua berpesan bahwa
jangan terlalu bersedih dan jangan tangisi Raka terus, karena justru akan
membuat Raka tidak tenang. Semua kehilangan dengan kepergian Raka yang cukup
cepat dan singkat dengan kecelakaan yang dia alami.
Malam itu aku tidur di kamar Raka,
saat mala mencekam terasa kerinduan ini semakin melanda. Aku lihat semua di
sekeliling kamar Raka yang penuh dengan foto – foto saat kita bersama dulu dan
masih terpajang di situ helm Raka juga helmku. Perlahan kau buka bingkisan dari
dia yang terakhir dia belikan setelah pulang kuliah sebelum kecelakaan.
Ternyata bingkisan itu berisi novel yang ingin sekali aku beli dan itu udah
sejak lama aku cari namun gak ketemu. Dan dia menemukannya then he gave me. Air
mata ini semakin tak tertahan ketika aku buka cover novel itu dan langsung aku
lihat foto Raka yang terbaru dan juga foto kita berdua ketika terakhir ketemu
di bandara. Begitu cerah wajahnya dan sesdikit tembem, putih dengan rambut yang
hitam ikal, senyumnya yang membuatnya tambah semakin terlihat lesung pipitnya.
Membuatku semakin menangis dan merindunya. Di balik foto itu terselip sepucuk
surat danpelan – pelan aku buka,
“ Dear : My Dear, my beautiful girl friend , My Dhira
J
Dhir,ini aku
temuin novel yang beberapa tahun ini kamu cari. Ini buat bacaan kamu nanti
ketika kamu udah kembali ke Amerika. And aku juga selipkan foto kita berdua
when we were senior. Ada fotoku juga sich, yang sedikit narsisi gitu, buat
kenang – kenanganJ. Kalau kamu kangen sama aku, kamu liat fotoku ya, J. Aku juga pasti bakalan kangen banget di sini. Kamu
tahu, aku bahagia banget ketemu kamu, bersama – sama sampai selama ini and aku
harap kita bisa bersama terus sampai tua nanti. Dhir, aku sayang sama kamu, I
love you Dhir. Aku gak bisa ngasih apa – apa yang lebih berharga buat kamu,
hanya ini yang bisa aku kasih ke kamu, and aku harap kamu bakalan seneng dengan
kado ini. Aku dapetin dengan susah payah lo.. J. Dhir, meskipun kita jauh, aku berharap kita tetap
dekat di hati J. Dhir, I love you. Thanks for everything that you
have given to me my Dhir. I love you . aku pasti bakalan kangen banget sama
kamu Dhiraku… ”.
From
your Raka J
Aku semakin
lemah membaca surat itu, aku semakin tidak bisa tidur. Aku selalu memandangi
sekeliling kamar Raka. Aku masih tidak percaya ini semua. Mengapa semua begitu
cepat. Mengapa semua pergi begitu cepat dengan meninggalkan persaanku yang
seperti ini bahkan aku belum sempat mengungkapkan perasaanku yang sebenarnya ke
Raka. Bahkan dia sudah pergi lebih dulu. Yang aku sesali mengapa semuanya
menutupi dariku, dan bahkan mereka membisu tidak member tahuku yang sebenarnya
dan kenapa aku harus terlambat menegtahuinya. Aku gak sanggup kehilangan Raka
seperti ini.
Dua
hari aku berada di rumah Raka dengan kondisi yang lemah dan masih belum bisa
menerima semua itu. selama itu aku tidak keluar dari kamar Raka, aku hanya
duduk dan memandangi di sekeliling kamar Raka. Namun kakak gak tinggal diam,
dia gak mau aku seperti ini terus menerus, dia terus menasehatiku dengan sabar
karena selama aku dan Raka bersama kakaklah yang selalu member kita nasehat –
nasehat atau sekedar tukar pengalaman. Kakaklah yang selalu memperhatikan dan
mengarahkan kita, kakak tahu dari kecil kita bersama. Dia terus member
pengertian kepadaku and terus menyadarkanku. Mengenang semua yang ada di rumah
Raka dan semau tentangku dengannya membuatku semakin merindukannya.
Satu
minggu sudah berlalu setelah peristiwa itu, sakit sekali hati ini di
tinggalkannya saat itu aku pergi sendiri ke pemakaman Raka, aku sudah sedikit
tegar dan bisa menerima. Namun air mata ini tak bisa berhenti mengalir, hati
ini sangat merindukannya, inginsekali bertemu dengannya.
“ Raka, aku tahu
kamu pergi dariku selamanya. Aku gak bisa melihatmu lagi untuk selamanya. Tapi
aku harap hatimu selalu bersamaku, agar aku gak terlalu kehilanganmu Ka.. kamu
tahu betapa aku merindukanmu sekarang ini. Raka, , aku mencintaimu dan akan
selalu mencintaimu. Tunggu aku di sana Raka, aku ingin bertemu denganmu di
duniamu. Please wait for me, and we will be back like we were child. Always
together. I love you Raka. Besok aku pulang ke Amerika, aku ingin bawa semua
tentangmu, kenangan bersamamu, semua barang – barangmu aku bawa Raka, buatku
itu adalah kamu. Semoga kamu tenang di alam sana Raka, semoga Allah menempatkan
kamu di tempat yang indah, aku akan coba menerima ini semua, meskipun ini
sangat berat Ka’, berat banget. Aku pasti akan datang lagi ke sini and aku
pasti bakalan kangen banget sama kamu Ka’. . . See you Raka. “
Akupun beranjak dari pemakaman itu menuju
rumah Raka untuk mengambil beberapa barang – barang Raka yang haru aku bawa dan
diperbolehkan oleh keluarga. Sekaligus pamitan kepada mereka.
Setelah semuanya selesai, aku
berpamitan kepada keluarga semuanya untuk kembali meneruskan pendidikanku
dengan membawa semua kenangan bersama Raka seluruhnya. Aku memang masih belum
bisa terima smeua ini dan aku masih sangat merindukan Raka, aku berharap aku
akan selalu bertemu dengannya lewat mimpiku. Namun di dunia nyata saku sadar
sekarang bahwa aku tak bisa melihatnya lagi. Dan untukku yang masih ada di
dunia ini, aku harus meneruskan kehidupanku untuk masa depanku nanti. Namun
satu dalam hatiku bahwa cinta ini hanya aku simpan untuk Raka dan gak akan aku
berikan kepada siapapun.
Akupun kembali meneruskan kehidupanku
untuk selalu mencari pengalaman baru sampai dengan aku menyelesaikan
pendidikanku di Amerika dan menggapai cita – citaku. Meskipun aku sebenarnya
dalam hati ini sungguh tidak lega, aku masih ingin bertatap muka dengan Raka
untuk menyatakan perasaanku. Sungguh aku ingin sekali bertemu dengannya but aku
harus terus berjalan selama aku masih menghembuskan nafas ini di dunia yang aku
pijaki.
Untuknya aku
akan tetap hidup dengan menanamkan cinta ini sampai aku menutuo mata kemudian,
selamanya aku kan terus mencintainya, meskipun kita berada di dua dunia yang
berbeda.
Langganan:
Komentar (Atom)


