Menuntut
ilmu itu adalah hak bagi seluruh umat manusia, ilmu apapun. Ilmu yang
menghasilkan pengetahuan tentunya….ilmu yang memberi kita manfaat dan bisa kita
amalkan kepada orang – orang di sekitar kita. Tua, muda, laki – laki,
perempuan, dan yang lainnya, mereka semua memiliki hak untuk mendapatkan ilmu.
Ilmu itu tidak selalu kita dapatkan dalam bangku formal saja seperti di
sekolah, tapi bisa kita dapatkan dimanapun kita berada. Nonton TV, kita bisa
dapat ilmu,asal jangan nonton gossip melulu..sinetron melulu,dll melulu.
Tontonlah yang bermanfaat buat kita, berita,ataupun yang lainnya. Pokoknya yang
mendidik dan memberi kita ilmu dech… J.
Kumpul sama temen, itu juga kita dapat ilmu, asal jangan ngerumpi kalau kumpul.
Tau – tau kalau ngumpul yang di bahas si dia, si ini, si itu. hmmm pastinya itu
bukan ilmu yang kita dapet, tapi ngrasani “nggosip” namanya. Kalau kumpul,
bahaslah materi – materi yang bermanfaat, seperti bertukar pendapat tentang ide
– ide yang bagus tentang bisnis,tentang bagaimana membuat sesuatu ataupun
tentang buku – buku yang di baca. Itu baru bermanfaat… okay. J . And many other activities that
can give us knowledge. And pastinya kegiatan itu harus positive. J
Memang bener banget
semboyan “ Raihlah ilmu sampai ke negeri China”. Tapi kalau belum bisa ke negeri
China, ya jangan di paksakan…tau – tau karena gak kesampaian ke China karena
gak punya kendaraan beroda 4, ataupun beroda banyak lainnya..:) tau – tau nekad
kesana bawa kendaraan beroda dua,,,sepeda ontel lagi, kan malah nantinya malah
gak asyik gitu. J
Banyak orang – orang yang pandai dan cerdas kok di Negara kita ini, bahkan
mereka mungkin sudah belajar di China. Jadi sama saja kan kita mendapatkan ilmu
dari China, , ,melalui orang lain.. J
it’s okay, take it easy.
And NOW I ask
question…. Apakah kalian tergolong orang – orang yang SEMANGAT dalam mencari
ilmu….?
Tanyakan pada hati
kalian masing – masing ya… J
Saya mau beri
kalian para pembaca, gambaran tentang SEMANGAT belajar mencari ilmu…
Ini dia kisahnya….
“ Mereka adalah
mahasiswa di kampus Penyuluhan, di suatu kota di Indonesia. Kampus ini memiliki
ratusan mahasiswa, dan mahasiswanya berasal dari segala penjuru provinsi di
Indonesia, mungkin dari Sabang sampai Merauke. J.
Dan yang kuliah di kampus tersebut adalah mereka yang sudah mendapatkan gelar
PNS, bayangkan, usia mereka pasti bukanlah usia yang muda sperti belasan tahun
yang ada di bayangan kita kan..pastinya mereka sudah berusia puluhan, paling
tidak 30 ke atas. Bahkan mungkin ada dari mereka yang sudah memiliki cucu. It’s
possible. Udah bisa ngebayangin kan gimana dan seperti apa mereka, bahkan rata
– rata mereka adalah orang – orang NTT,NTB,Timor Leste, Kalimantan, Sulawesi,
bahkan ada pula yang dari Jawa juga. Dari berbagai bahasa dan ragam budaya,
mereka bertemu di kampus tersebut. Dan hebatnya kampus tersebut adalah di
terapkannya pembelajaran Bahasa asing. Ngomong – ngomong Bahasa asing, apa coba
yang ada di benak kalian? Mungkin langsung Bahasa Inggris. yups, kalian bener,
Bahasa asing nya yaitu Bahasa Inggris. Bayangkan, mereka di wajibkan untuk
belajar Bahasa Inggris dan bisa di bilang kampus itu mewajibkannya, karena
persyaratan. Dan apa yang kalian bayangkan? Ya..mereka mengikutinya dengan
sangat SEMANGAT meskipun mereka merasa sedikit kesulitan. Dengan usia yang
sudah tidak lagi muda, memorinya sudah terbagi kemana – mana, mereka masih
selalu antusias dan SEMANGAT ketika para instrukturnya masuk ke kelas mereka
dan memberi mereka kosa kata – kosa kata yang mungkin mereka baru dengar, bisa
saja begitu. Semangat dan rasa ingin bisa mereka berbicara Bahasa Inggris
lancar seperti instrukturnya, membuat mereka untuk tidak menyerah untuk selalu
mengikuti kegiatannya di dalam kelas, dan pantang mengantuk di dalam kelas.
karena mereka menyadari kalau mereka mengantuk, nanti mereka ketinggalan
pelajaran dan tidak tahu bagaimana pengucapan kosa kata dalam bahasa Inggris.
Mengetahui pengucapan Alphabet dari mulai A-Z, itu sangat berarti bagi mereka.
Dan dalam kondisi itu, mereka selalu antusias dan semangat yang luar biasa.
meskipun mereka sebenernya merasa sulit. Datang awal, duduk menunggu
instrukturnya, sambil sesekali membaca kosa kata yang di berikan instrukturnya
hari kemarin, ketika belajar, mereka selalu tertawa, semangat, tanpa mengeluh,
tanpa mengantuk dan tanpa bermalas – malasan. Sampai pada akhirnya merekapun
sudah terbiasa dengan Bahasa Asing tersebut dan lidah mereka sudah mulai lemas
dan sedikit – demi sedikit mulai bisa bercakap – cakap menggunakan Bahasa Asing
tersebut.”
Itulah
gambaran SEMANGAT kali ini dalam menggapai ilmu, dalam mendapatkan ilmu, dalam
rangka ingin bisa dan ingin tahu. Lalu bagaimanakah dengan kita yang masih
tergolong muda ini? Apakah kita selalu SEMANGAT di sekolah? Di kampus?
Mendengarkan guru – guru kita yang memberi materi dalam bentuk apapun? Hmmmmm
kalian pasti menjawab “YA”.
Dulu saya ketika duduk di bangku kuliah, saya
sering sekali mengantuk dengan materi - materi tertentu, mata ini seakan di
gelantungi oleh sebongkah batu yang di bawahnya ada gajahnya J sampai – sampai gak bisa melek dan
akhirnya tertidur. Tapi itu dulu, beberapa bulan yang lalu J. Sekarang saya tahu dan sadar bahwa
ilmu itu sangat penting untuk kita kejar dan kita dapatkan, dimanapun,
kapanpun, dengan siapapun, dalam kondisi apapun.
Benar tidak? J
So, kita sebagai
generasi bangsa yang masih muda – muda ini, ayo kita bangun SEMANGAT yang
MENYALA – NYALA untuk menggapai ilmu untuk cita – cita kita. Don’t ever give up
and always be good person yang haus akan Ilmu. Kurangi waktu tidurmu untuk
membaca ilmu – ilmu baru yang belum pernah kamu temui. Dan jangan sekali – kali
mengurangi waktu tidurmu dengan kegiatan – kegiatan yang tidak bermanfaat buat
dirimu.Okay.
Bye bye. . . semoga
bermanfaat ya….